Home > Wisata > Moscow Kota 1001 Musim

Moscow Kota 1001 Musim

Banyak jalan untuk belajar, kalau orang bilang “ Banyak jalan menuju Roma” nah kita orang Islam kenapa harus pakai istilah tersebut? Mari kita pakai istilah kita sendiri “ Banyak jalan menuju Mekah “ ya banyak jalan untuk memperbaiki hidup dan kehidupan manusia, diantaranya adalah belajar dari museum, nah kalau bicara museum, Moskow adalah kota “gudang”nya musium atau boleh disebut juga kota dengan seribu satu macam museum. Dan sebenarnya banyak sekali yang dipelajari dari sebuah museum, maka jangan heran kalau di Moskow, terutama hari Sabtu dan Minggu masuk museum itu antri dan antrinyapun bukan sekedar antri, tapi butuh waktu yang lama untuk bisa mendapatkan tiketnya.

Jangan heran pula bila di Moskow yang masuk ke musium bukan hanya rombongan golongan pelajar, seperti yang terjadi kebanyakan di Indonesia, dimana masuk ke musium adalah acara anak sekolah dan terkesan “dipaksa” Nah di Moskow ini tidak, musium benar-benar adalah tempat untuk belajar dan yang namanya belajar bukan hanya pelajar, tapi seluruh manusia dari berbagai tingkatan usia, nah untuk itulah kali ini saya ajak anda semua untuk masuk ke Musium di alam, bukan di ruangan.

Mungkin banyak yang belum dengar atau mengetahui tentang musium manusia di Moskow, ya musium manusia,  bukan tentang manusia “beneran”,  tapi karya seni patung dengan berbagai tokoh besar di dalamnya. Musium manusia ini terletak di dalam Taman Seni, taman seni  ini berhadap-hadapan langsung dengan Taman Kebudayaan ( Park Cluture ) hanya dipisahkan jalan raya, yang lebih dikenal dengan jalan Golden Ring ( Jalotoi Kalso ) Jalan yang berbentuk melingkar yang ada di pusat kota Moskow !

Di Musium manusia ( Muzeum ON ) menggambarkan tantang proses perjalanan manusia, sejak lahir sampai mati, dengan segala sepak terjang kehidupanya. Bahkan ada patung yang menggambarkan tentang Tangga menuju Langit alias jalan menuju syurga. benar-benar sebuah fisuil yang menakjubkan. Di negara ex komunis ini, ternyata banyak patungnya yang menggambarkan tentang religius, tentang keagamaan.

Dalam musium Manusia yang menggambarkan masalah keagamaan terdapat antara lain : Patung nabi Isa As yang sedang menggendong domba, ada patung Adam dan Hawa, ada patung yang menggambarkan Hawa sedang membujuk Adam untuk memakan buah apel, ada patung Nabi Musa As dengan kitab Taurotnya atau dengan The Ten Commadement, ada babah dengan tasbihnya, ada patung orang yang sedang bersila, bertapa atau sedang berdzikir !

Banyak juga terdapat tokoh Dunia yang dibuatkan patungnya di Musium Manusia ini, diantaranya tentu saja tokoh pendiri negara Rusia, Lenin. Pengarang buku ” Das Kapital  atau Kitab sucinya orang komunis ” Karl Marx, Kalinin, Mozart, Bethoven dan yang lebih menarik adalah Mahatma Gandi, bukan hanya patungnya yang di simpan di Musium ini, tapi juga lukisannya ! Jadi mereka, orang Rusia benar- benar menghargai tokoh Mahatma Gandhi dari India ini. Saya mencoba nyari patung Bung Karno, kali aja ada, eh ternyata belum ada !

Sedangkan manusia yang terdapat dalam Musium Manusia ini, lebih banyak digambarkan ” apa adanya alias telanjang ” dari mulai bayi, balita, remaja, dewasa sampai tua. Jadi benar-benar menggambarkan proses kejadian manusia, yang sayangnya penempatannya tak beraturan, dalam arti tidak berurutan, yang saya maksud patung bayi ada di sisi lain, balita ada di tempat yang berbeda lagi,  begitu juga patung remaja, pemuda, dewasa dan yang tua. Jadi kita harus berkeliling seluruh taman, bila ingin memotret semua proses kejadian manusia tersebut.

Ya begitulah orang-orang seni, yang kata orang bebas nilai. Jadi manusia yang digambarkan atau dibuatkan patungnya di Musium Manusia ini, ya tergantung si pembuatnya atau tergantung pada selera si pemahatnya. Ada yang lajim seperti manusia biasa, seperti patung Michael Lomonosov ( Bapak Ilmuwan Rusia ) yang sedang memegang buku bacaan, ada patung Mozart dengan Bolpoint dari bulu ayamnya, Patung orang sedang dudk dengan santai, alami sekali, ada patung wanita yang bekerja dengan giatnya, patung pemuda setengah badan yang tanpan sekali.

Nah selain itu ada patung patung manusia yang hanya tanganya membentang kiri dan kanan, ya hanya tangan kiri dan kanan yang bersambung membentang panjang kurang lebih dari  7 meter ! Ada anak balita puteri yang asyiknya memakai sepatu ibunya, yang tentu saja kebesaran alias kedodoran, ya karena balita, ya rasanya masih pantes di buat patung “apa adanya”, namun ketika melihat patung wanita remaja dan dewasa yang di buat “apa adanya” alias tak memakai apa-apa, astagfirullah, rasanya gimana gitu, tak biasa. malu,  tapi itulah seniman.

Yang menarik lagi adalah gambaran manusia menuju ke langit, ke syurga ! Jadi mereka percaya bahwa ada kehidupan sesudah kematian ! artinya merekapun beriman kepada adanya kehidupan akherat ! Gambaranya adalah dibuat patung yang disisinya berdiri Nabi Isa AS dan ada 13 anak tangga dan disetiap anak tangga berdiri posisi orang perorang dan dipuncaknya setelah tangga terakhir adalah lambang cinta ! Sebuah filosofi yang menggetarkan kalbu di tengah-tengah hiruk pikuk duniawi, mereka sudah menggambarkan tentang keadaan tangga syurga ! Apa itu artinya, untuk mencapai ke syurga, raihlah dengan cinta. Cinta dalam arti seluas luasnya !

Ada juga patung balita laki-laki dan diatas adalah patung Ibu dengan  dua sayaf di kiri kanannya, dengan tiang yang dibuat tinggi, warna putih. Lagi-lagi patung ini bersipat religius, Saya jadi langsung teringat dengan hadist nabi : ” Aljannatu tahta akdamil Ummahat, syurga itu ada di bawah telapak kaki Ibu ” Sebuah fisual yang mendebarkan, karena kalau kita foto patung tersebut, otomatis kita di buat harus mendongak ke atas, alias ke laingit, seakan akan patung itu mengisyaratkan untuk melihat ke langit, ke atas, ke akherat, ke syurga.

Ada lagi patung seorang perempuan, ini mungkin tokoh penyair wanita terkenal, yang saya ambil adalah namanya, yaitu Anna Ahmadtova nama pena dari Anna Andreyevna Gorenko = Анна Андреевна Горенко, ini jelas-jelas nama Islam yang dirusiakan salah satu bukti pengaruh Islam di Rusia, kalau di dikita, Indonesia, itu jelas nama Anna Ahmad atau Anna bin Ahmad, atau juga Anna anaknya si Ahmad ! Loh kok bisa begitu ? Ya…karena pengaruh Islam masuk Rusia itu menurut sejarahnya tidak jauh pada masa Khalifurrosyidiin, masa masuknya Islam sekitar pemerintahan Khalifah Usman Bin Affan, melalui selatan, terutama Usbekistan, di Kota Samarkand dan Bukhoro.

Kalau kita ke Usbekistan itu ada Madrasah Tillakary yang luasnya, kalau kata orang Betawi “se alaihim “ karena begitu luas dan besar serta megahnya yang membuat siapapun yang melihat akan terdecak kagum, takjub ! Ada juga masjid Bibi Hanum, ada teropong bintang hasil sarjana Muslim, ada juga pusat tarekat Nasyabandiyah dan lain sebagainya.

Jangan lupa Imam Bukhori adalah perawi Hadist nomor wahid, Beliau adalah kelahiran Bukhoro itu, yang termasuk wilayah Usbekistan yang dulunya bagian Uni Soviet ! Jangan lupa juga dengan Ibnu Sina, patungnya sampai saat ini berdiri kokoh di depan hotel Samarkand ! Nah jadi jangan heran kalau pengaruh Islam di Rusia itu sangat kuat dan tak bisa diberhangus di jaman komunis Uni Soviet yang berkuasa 70 tahun, Islam tetap jaya, dan mana Islam tetap bertengger. Contohnya adalah jalan Tartarskaya, jalan itu samapai saat ini ada dan itu bukti sejarah yang tak terbantahkan. Satu lagi Masjid Historispun masih berdiri tegak, padahal sudah “ditekan” sedemikian rupa oleh Komunis Uni Soviet, namun kegiatan komunis gagal menghancurkan Islam, Islam semakin berjaya di Rusia dan sebenarnya akan lebih Berjaya lagi, kalau politik di Rusia semakin “Hijau”.

Perlu juga diketahui, dalam kebinetnya Putin sudah ada menteri yang beragama Islam dan Parlemenpun sudah banyak anggota yang beragama Islam dan ini kabar yang menggbirakan, sedang ada lobi-lobi untuk menjadikan Hari Raya Idul Fitri menjadi hari libur nasional di Rusia, kita tunggu saja hasilnya. Yang jelas Islam terus menggeliat di Rusia dan pemuda-pemudi Rusia tertarik ke Islam dan ada madrasah mingguan, yaitu Sabtu dan Minggu di masjid-masjid yang berada di Rusia.

Kembali ke Musium, kalau sudah lelah, jalan-jalan di Musium Manusia, lalu mau istirahat atau mau makan karena lapar, ya jangan kwatir ada kafe di dalamnya. Dan kalau kangen ke “Timur” karena sudah lama di “Barat” ada taman khusus ke Timuran, apa lagi kalau bukan Cina dan Jepang. Di tengah taman ini ada taman air mancur di atas perbukitan kecil buatan, di mana ada air yang mengalir melalui bambu. Dan di sisi lainnya ada patung ular naga merah yang besar, yang hampir seluruhnya bedanya ada di kolam tersebut. Ada kolam-kolam dengan jembatan papan dan bambu, benar-benar di buat setradisionil mungkin. Dan tempat makanpun di buatkan gubuk-gubuk kecilnya, yang atapnya dari kayu atau papan. Benar-benar terasa kita sedang berada di dunia timur, yaitu di Cina dan Jepang, padahal kita lagi di Rusia, di Moskow, di Barat !

Nah jadi kesimpulan yang bisa diambil saat mempelajari Musium Manusia, antara lain :

Pertama, patung bukan untuk disembah, haram hukumnya ! Patung bisa dijadikan sarana untuk mempelajari sejarah perkembangan manusia.

Ke dua, dengan adanya Musium Manusia terbukti bahwa perkembangan, kejayaan dan jejak langkah Islam di Rusia tak bisa diberhangus oleh idiologi manapun, termasuk idiologi komunis yang terkenal kejamnya pada apa yang merek sebut candu, yaitu agama.

Ke tiga, kemuliaan seseorang dinilai bukan karena pakaian yang dikenakannya, tapi hasil pemikiran dan apa yang telah disumbangkan kepada ummat manusia, contohnya Mahatma Gandy di Rusia yang dibuat patungnya, itu cara Rusia menghargai seorang tokoh yang punya peranan terhadap dunia.

Ke empat, para seniman harus “dibungkus” dengan keimanan, bila tidak maka hasil karyanya berwujud pada hawa napsu belaka dan tentunya jauh dari nilai-nilai Ketuhanan.

Ke lima, karya patung adalah hasil dari kreatifitas manusia yang awalnya atau bahan dasarnya berasal dari Allah SWT yang Maha Kreatif, bayangkan kalau seluruh proses gerakan manusia dibuatkan patungnya, entah berapa juta ton batu, besi dan baja yang dibutuhkan.

Ke enam, Alhamdulillah tak ada satupun gambar dan patung Nabi Muhammad SAW di Rusia, karena memang Beliu melarang membuat gambar atau patung dirinya, itu mungkin cara Rusia menghormati Islam, dengan tidak membuat patung atau gambar manusia yang dimuliakan dan dijunjung tinggi ummat Islam, kalau mereka mau, itu mudah saja, mereka ahlinya. Lagi pula bila misalnya ada, Dewan Mufti Rusia akan bersuara dan tegas menolaknya. Terima kasih Rusia.

Categories: Wisata
  1. August 12, 2010 at 2:26 pm

    Luar biasa saya baru tahu kalo di Moscow ada Musium Manusia, maklumlah ngga’ pernah keliling, nice web.

    • arifadli
      August 13, 2010 at 6:15 am

      haha ………. saya juga belum pernah kesana, tapi mau kesana, makanya saya pasang di blog
      nice to meet you

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: